Purwosari, Lampung Timur – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hindu Universitas Lampung (Unila) kembali menggelar program kerja bidang kerohanian bertajuk “Goes To Village 2025”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (4–6 Juli 2025) di Desa Purwosari, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur.
Mengusung tema “Bersatu dalam Bhakti, Tumbuh dalam Dharma,” kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa Hindu Unila kepada masyarakat desa. Tujuannya tidak hanya untuk mempererat hubungan sosial, namun juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan edukatif yang memperkuat karakter generasi muda Hindu.
“Kami percaya bahwa pengabdian yang dilakukan dengan hati yang tulus dan bersatu akan menghasilkan pertumbuhan yang sejati. Terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, dan warga Desa Purwosari yang telah membuka pintu dan hati bagi kami,” ujar Adhi Mahatmana, Ketua Pelaksana yang diwakili oleh Sekretaris Pelaksana, Gusti Ayu Prastiwi.
Selama tiga hari penuh, berbagai rangkaian kegiatan inspiratif dilaksanakan. Hari pertama dimulai dengan upacara pembukaan dan sesi simekrame—diskusi santai bersama muda-mudi Adat Dharma Putra yang membahas topik seputar kepemimpinan dalam perspektif Hindu.
Hari kedua diisi dengan yoga bersama, pemeriksaan kesehatan door-to-door, dan pasraman kilat. Pada sesi pasraman, anak-anak SD diperkenalkan pada ajaran dasar Hindu seperti Panca Sradha dan sloka, sedangkan pelajar SMP dan SMA menerima materi penting mengenai pendidikan tinggi, pernikahan lintas agama, dan pelatihan dharma wacana. Malam harinya, seluruh peserta dan warga mengikuti persembahyangan bersama dan kembali berdiskusi dalam simekrame bersama tokoh adat.
Pada hari ketiga, suasana semakin meriah dengan senam bersama yang melibatkan ibu-ibu, anak-anak, dan remaja setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan bhakti sosial, termasuk bersih-bersih lingkungan pura dan penanaman bunga, serta penyuluhan kesehatan oleh tim medis. Rangkaian acara ditutup dengan penuh kekeluargaan.
Ketua Umum UKM Hindu Unila, Ketut Krisna Rendika Putra, menyampaikan, “Program ini menjadi momentum penting untuk membentuk karakter mahasiswa sebagai insan Hindu yang peka terhadap masyarakat dan berjiwa sosial tinggi.”
Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh masyarakat setempat. Ketua Adat Desa Purwosari, Bapak Nengah Arte, mengungkapkan rasa syukurnya, “Kehadiran mahasiswa Hindu Unila membawa semangat baru bagi generasi muda kami untuk terus menjaga adat, budaya, dan ajaran dharma.”
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PHDI Lampung Timur, Bapak Gede Sugiarte, yang membuka kegiatan secara resmi. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada mahasiswa UKM Hindu Unila. Ini adalah bentuk nyata pelestarian nilai-nilai dharma dalam kehidupan sosial. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi umat Hindu di seluruh Lampung,” ucapnya.

Program “Goes To Village” bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga sarana pengembangan diri mahasiswa dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen sosial. Interaksi langsung dengan masyarakat desa membuka ruang dialog dua arah yang memperkuat pelestarian nilai-nilai Hindu dan membangun solidaritas antar generasi.
Melalui semangat pengabdian dan cinta kasih, UKM Hindu Unila berkomitmen melanjutkan program-program yang berdampak nyata. Visi mereka jelas: membentuk generasi Hindu yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat, serta menjaga kelestarian budaya dan ajaran Hindu di tengah masyarakat yang terus berkembang.
